Berita  

Garuda Indonesia Bakal Terbang Tinggi! 50 Boeing Baru dalam Genggaman?

Mahadana
Garuda Indonesia Bakal Terbang Tinggi!  50 Boeing Baru dalam Genggaman?

fixmakassar.com – Kabar mengejutkan datang dari langit biru bisnis penerbangan! Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya mengumumkan pemangkasan tarif impor produk Indonesia ke AS menjadi 19%, dari sebelumnya 32%. Namun, di balik "kado" manis ini ternyata ada "syarat" yang cukup menggiurkan: Indonesia diwajibkan membeli 50 pesawat Boeing, sebagian besar seri 777, melalui Garuda Indonesia. Kabar ini pun langsung disambut gembira oleh Garuda.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Cahyadi Indrananto, menyebut kesepakatan ini sebagai angin segar yang sejalan dengan rencana jangka panjang perusahaan untuk menambah armada hingga sekitar 120 pesawat dan memperluas jaringan penerbangan hingga 100 rute dalam lima tahun mendatang. Ia menjelaskan bahwa komunikasi intensif antara Garuda dan Boeing telah berlangsung beberapa waktu terakhir, membahas detail armada yang sesuai kebutuhan Garuda.

Garuda Indonesia Bakal Terbang Tinggi!  50 Boeing Baru dalam Genggaman?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kini, setelah adanya kesepakatan antar kedua negara, kami makin mengintensifkan komunikasi dengan Boeing untuk membahas detail armada," ujar Cahyadi kepada fixmakassar.com, Kamis (17/7/2025).

Meskipun demikian, Cahyadi masih enggan membeberkan detail proses pengadaan, termasuk jenis pesawat, jadwal pengiriman, biaya, dan teknis pengadaan lainnya. Ia hanya menyebutkan bahwa pihak-pihak yang berminat untuk mendanai pembelian pesawat tersebut sudah ada, namun detailnya masih dalam proses. Proses pendanaan ini disebut Cahyadi sebagai "work in progress" yang diharapkan berjalan lancar.

Sebelumnya, selain pembelian pesawat Boeing, Trump juga mengajukan tiga syarat lain kepada Indonesia, yaitu: Indonesia tidak mengenakan tarif apa pun terhadap produk ekspor AS, membeli produk energi AS senilai US$ 15 miliar (sekitar Rp 244 triliun), dan membeli produk pertanian AS senilai US$ 4,5 miliar (sekitar Rp 73 triliun). Kesepakatan ini seakan menjadi sebuah simfoni kerjasama ekonomi antara kedua negara, dengan Garuda Indonesia sebagai konduktornya yang siap mengiringi pertumbuhan bisnis penerbangan Indonesia ke ketinggian baru.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *