Berita  

Sri Mulyani Janji Defisit APBN 2026 Terkendali, DPR Setuju!

Mahadana
Sri Mulyani Janji Defisit APBN 2026 Terkendali, DPR Setuju!

fixmakassar.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan jaminan kepada publik: defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akan tetap terjaga dalam koridor yang telah ditetapkan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (7/7/2025), yang menyepakati target defisit RAPBN 2026 sebesar 2,48% hingga 2,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih rendah dari proyeksi defisit tahun ini yang mencapai 2,78% PDB. Sebuah kabar baik yang seakan menjadi angin segar bagi perekonomian Indonesia.

"Kami berkomitmen menjaga defisit di angka 2,53% dari PDB," tegas Sri Mulyani di hadapan Komisi XI DPR, seperti dikutip dari fixmakassar.com. Ia juga menekankan komitmen pemerintah dalam mengelola pembiayaan dan utang negara secara hati-hati, berkelanjutan, dan transparan – sebuah janji yang diharapkan mampu menenangkan pasar dan investor.

Sri Mulyani Janji Defisit APBN 2026 Terkendali, DPR Setuju!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Wakil Ketua Panitia Kerja (Panja) Defisit Komisi XI DPR, Hanif Dhakiri, menilai proyeksi RAPBN 2026 pemerintah sebagai kebijakan fiskal yang ekspansif, namun tetap bijak dan bertanggung jawab. "Penurunan defisit dari 2,78% pada 2025 menjadi kisaran 2,5% pada 2026 merupakan langkah positif dalam memperkuat disiplin fiskal," pujinya. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan fiskal yang cukup untuk program prioritas pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan UMKM, serta ketahanan pangan dan energi – sebuah keseimbangan rumit yang harus dijaga.

DPR dan pemerintah sepakat menetapkan target pendapatan negara pada RAPBN 2026 sebesar 11,71% hingga 12,31% PDB, yang terdiri dari penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Sebuah orkestrasi fiskal yang diharapkan mampu memainkan simfoni pertumbuhan ekonomi yang harmonis. Pemerintah juga diminta memastikan defisit dan utang negara tetap dalam batas aman, dengan pengelolaan fiskal yang transparan dan akuntabel. Sebuah tarian angka-angka yang membutuhkan kehati-hatian dan perencanaan matang.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *