Berita  

Rahasia Sukses Bank Mandiri di Awal 2025: Pertumbuhan Moncer, Risiko Terkendali!

Mahadana

fixmakassar.com – Bank Mandiri mengawali tahun 2025 dengan kinerja yang mengesankan, bagai kapal pesiar yang berlayar mulus di samudra ekonomi. Komitmen untuk pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan terbukti membuahkan hasil. Strategi utama yang dijalankan adalah akselerasi ekosistem wholesale dan perluasan penyaluran kredit berkelanjutan. Langkah ini tak hanya mendorong kinerja yang solid, tetapi juga mempercepat transformasi digital demi menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menjelaskan bahwa sinergi dengan berbagai mitra dan partisipasi aktif dalam program pemerintah menjadi kunci keberhasilan. Ia menekankan pentingnya pembiayaan sektor-sektor prospektif sesuai potensi wilayah serta digitalisasi layanan finansial untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. "Sebagai bagian dari BUMN, Bank Mandiri memiliki peran strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional," tegas Darmawan dalam Paparan Kinerja Triwulan I 2025 di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Rahasia Sukses Bank Mandiri di Awal 2025: Pertumbuhan Moncer, Risiko Terkendali!
Gambar Istimewa : file.fin.co.id

Bukti nyata keberhasilan tersebut terlihat dari kredit konsolidasi Bank Mandiri yang mencapai Rp1.672 triliun hingga Maret 2025, tumbuh 16,5% secara year-on-year (YoY). Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja positif di segmen wholesale dan retail, dengan segmen wholesale berperan sebagai lokomotif utama yang menggerakkan pertumbuhan retail. Kinerja positif ini tersebar merata di seluruh Indonesia, mencerminkan strategi ekspansi yang inklusif dan efektif. "Pertumbuhan Bank Mandiri di kuartal pertama 2025 merata di seluruh wilayah Indonesia, bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan industri," tambah Darmawan.

Bank Mandiri fokus menyalurkan kredit ke sektor-sektor prospektif dan tangguh, seperti konstruksi dan infrastruktur, energi, makanan dan minuman, serta sektor padat karya. Kredit korporasi tumbuh 20% YoY (Rp102 triliun menjadi Rp608 triliun), kredit komersial naik 21,4% YoY (Rp296 triliun), dan kredit UMKM meningkat Rp11 triliun menjadi Rp136 triliun. Ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan.

Keberhasilan ini tak hanya soal angka, tetapi juga kualitas. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) terjaga di level 1,01%, dan Cost of Credit (CoC) membaik menjadi 0,71% dari 0,99% di tahun sebelumnya. Penguatan manajemen risiko, dengan NPL coverage ratio 299%, memastikan ketahanan finansial yang kuat. "Penguatan manajemen risiko menjadi fondasi utama untuk memastikan pertumbuhan Bank Mandiri berkelanjutan," pungkas Darmawan. Dengan fondasi yang kokoh ini, Bank Mandiri siap melaju kencang mendukung kemajuan ekonomi Indonesia.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *