Berita  

Fitch Was-was, Airlangga Pede: MBG, Investasi Emas Hasilkan US$7!

Mahadana
Fitch Was-was, Airlangga Pede: MBG, Investasi Emas Hasilkan US$7!

fixmakassar.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tampil membela program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Ia dengan lugas membantah kekhawatiran lembaga pemeringkat global Fitch Ratings yang menyuarakan potensi tekanan fiskal. Bagi Airlangga, MBG bukanlah sekadar "beban" anggaran, melainkan sebuah "benih" investasi jangka panjang yang dijanjikan akan berbuah manis, di mana setiap dolar AS yang ditanamkan berpotensi melipatgandakan nilai hingga tujuh kali lipat bagi kas negara.

Airlangga tidak berbicara tanpa dasar. Ia merujuk pada serangkaian studi internasional kredibel, termasuk dari Bank Dunia (World Bank) dan Rockefeller Foundation, yang secara konsisten menunjukkan bahwa program pemberian makan bergizi memiliki resonansi ekonomi yang signifikan. "Jika dilaksanakan secara masif dan baik, investasi US$1 dalam MBG bisa menghasilkan US$7," tegas Airlangga saat ditemui di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Fitch Was-was, Airlangga Pede: MBG, Investasi Emas Hasilkan US!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ia menambahkan, program ini harus dipandang sebagai "kompas" investasi strategis, bukan hanya pengeluaran rutin. Banyak negara maju, termasuk Amerika Serikat, telah lama mengadopsi pendekatan serupa. "Ini adalah investasi. Banyak negara melakukannya, bahkan Amerika Serikat. Kita tidak bisa mengorbankan visi jangka panjang hanya demi pandangan jangka pendek," jelasnya, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendesak dan pembangunan berkelanjutan.

Namun, pandangan Fitch Ratings menyajikan perspektif yang berbeda. Lembaga tersebut sebelumnya memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia pada tahun 2026 akan mencapai 2,9%, melampaui target pemerintah sebesar 2,7%. Kenaikan angka defisit ini, menurut analisis Fitch, tidak lepas dari lonjakan pengeluaran sosial, termasuk program MBG yang diperkirakan akan "menguras" sekitar 1,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) antara tahun 2025 hingga 2029. Fitch melihat ini sebagai potensi "awan gelap" yang dapat meningkatkan risiko penyimpangan fiskal.

Menanggapi evaluasi yang disampaikan Fitch, Airlangga menjelaskan bahwa MBG merupakan program yang masih dalam fase awal implementasi. Pemerintah berkomitmen untuk terus "menggulirkan roda program" ini secara bertahap. "MBG ini kan baru berjalan. Jadi akan terus kita roll out," pungkasnya, menandakan bahwa pemerintah akan tetap melangkah maju dengan keyakinan pada dampak positif jangka panjang program tersebut.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *