Berita  
Mahadana

Peluang Emas! Kedelai AS Bebas Tarif, Harga Pangan Berubah!

fixmakassar.com – Sebuah angin segar berembus di tengah riak-riak harga pangan yang kerap bergejolak. Indonesia dan Amerika Serikat (AS) baru saja menorehkan babak baru dalam sejarah perdagangan bilateral mereka, sebuah kesepakatan yang berpotensi membawa senyum di wajah para penikmat tahu dan tempe di seluruh penjuru negeri. Melalui penandatanganan perjanjian dagang resiprokal, kedua negara kini memberlakukan tarif 0% untuk ekspor-impor sejumlah komoditas kunci, termasuk kedelai dari AS yang menjadi tulang punggung industri pangan di Tanah Air.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kesepakatan bersejarah yang diteken langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di sela-sela rangkaian kegiatan Board of Peace (BoP) di Washington D.C. pada Kamis (19/2) waktu setempat ini, bagaikan jembatan emas yang menghubungkan dua pasar raksasa. AS memberikan karpet merah bagi produk-produk unggulan Indonesia seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang. Tak ketinggalan, produk tekstil dan apparel asal Indonesia juga mendapatkan tarif masuk 0% dengan mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ), membuka gerbang lebih lebar bagi produk-produk kita untuk bersaing di pasar Paman Sam.

Namun, sorotan utama bagi masyarakat Indonesia adalah komitmen Jakarta untuk membebaskan tarif impor 0% bagi komoditas pertanian dari AS, khususnya gandum dan kedelai. Dua bahan baku esensial ini, yang seringkali menjadi penentu harga mi instan, tahu, dan tempe, kini diharapkan bisa ‘bernafas’ lebih lega tanpa beban biaya tambahan yang sebelumnya membebani.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers daring Jumat lalu, menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud komitmen Indonesia dalam menstabilkan harga pangan domestik. "Indonesia juga komitmen untuk memberikan fasilitas untuk produk Amerika dengan tarif 0% karena utamanya Indonesia mengimport produk pertanian," ujarnya. Ia menambahkan, penghapusan tarif ini akan menjadi "pelumas" bagi harga bahan baku, yang sebelumnya terbebani biaya tambahan imbas penetapan tarif. Dengan demikian, harga gandum dan kedelai di pasar domestik berpotensi melandai, dan efek dominonya akan terasa hingga ke meja makan keluarga.

"Masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soy bean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat," jelas Airlangga, memberikan gambaran bahwa beban di pundak konsumen akan sedikit terangkat.

Perjanjian ini bukanlah hasil sulap semalam, melainkan buah dari negosiasi panjang dan intensif yang telah berlangsung sejak pengumuman kebijakan tarif resiprokal Trump pada April 2025 lalu. Pemerintah Indonesia, melalui empat surat resmi sepanjang 2025, berhasil meyakinkan pihak AS, dengan sekitar 90% usulan Indonesia disetujui. Ini menunjukkan ketangguhan diplomasi ekonomi Tanah Air dalam memperjuangkan kepentingan nasional.

Meski demikian, masyarakat perlu sedikit bersabar. Kesepakatan dagang Indonesia-AS ini tidak langsung berlaku begitu saja setelah penandatanganan. Airlangga menjelaskan, "Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak baik itu di Indonesia dengan konsultasi dengan DPR maupun di Amerika dengan proses internalnya." Artinya, butuh waktu sekitar tiga bulan agar "gerbang diskon" ini benar-benar terbuka lebar dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh konsumen.

Dengan demikian, harapan akan harga tahu dan tempe yang lebih ramah di kantong, serta produk pangan berbahan dasar gandum lainnya, kini semakin nyata. Sebuah langkah maju yang diharapkan mampu meredam riak-riak inflasi dan memberikan stabilitas bagi perekonomian rumah tangga, membuka lembaran baru bagi ketahanan pangan nasional.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *