fixmakassar.com – Presiden Prabowo Subianto siap "membuka buku" kondisi ekonomi nasional dalam sebuah forum sarasehan yang dinanti-nanti. Langkah strategis ini diambil menyusul laporan kurang menggembirakan dari dua lembaga global, Moody’s dan MSCI, yang baru-baru ini menyematkan sinyal-sinyal peringatan terhadap prospek ekonomi Indonesia. Forum bertajuk ‘Indonesia Economic Outlook’ tersebut rencananya akan dihelat pada hari Jumat mendatang, menjadi panggung bagi pemerintah untuk menjernihkan suasana.
Lembaga pemeringkatan Moody’s baru-baru ini menyematkan rating outlook kredit negatif untuk Indonesia, seolah menabur awan mendung di langit investasi. Sementara itu, MSCI turut melayangkan sinyal kurang positif terhadap dinamika pasar modal Tanah Air. Dua kabar ini sontak memicu diskusi dan pertanyaan di kalangan pelaku ekonomi dan masyarakat luas mengenai arah dan stabilitas ekonomi ke depan.

Informasi penting ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto setelah mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/2/2026). "Bapak Presiden tadi meminta agar kita membuat penjelasan yang lebih lengkap dalam bentuk serasehan ekonomi, yaitu ‘Indonesia Economic Outlook’ yang akan diselenggarakan pada hari Jumat nanti," ujar Airlangga.
Ia menambahkan, dalam forum tersebut, pemerintah akan memaparkan secara gamblang posisi mereka terkait isu-isu ekonomi terkini, lengkap dengan program-program unggulan yang menjadi andalan. Tak hanya itu, agenda pembahasan juga akan mencakup potensi peningkatan penerimaan negara hingga strategi pengelolaan ekonomi yang akan diemban oleh BPI Danantara. "Nah, ini tentu perlu diperhatikan terkait dengan penjelasan yang diperlukan, utamanya mengenai penerimaan negara yang juga berpotensi meningkat, serta terkait dengan rencana dari Danantara," terang Airlangga, memberikan sedikit bocoran.
Mengenai laporan dari lembaga pemeringkat, Airlangga menegaskan bahwa secara umum, penilaian dari seluruh lembaga pemeringkat utama, termasuk Moody’s, Fitch, dan S&P, masih kokoh di level ‘investment grade’. Ini ibarat kompas yang masih menunjukkan arah positif bagi para investor. Ia mengakui adanya ‘outlook negatif’ dari Moody’s, namun menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menarik investasi. Penjelasan komprehensif dari Presiden Prabowo pada Jumat nanti diharapkan dapat menjadi penawar kekhawatiran dan memaparkan peta jalan ekonomi Indonesia ke depan.






