Menteri Keuangan Kena Semprot! Anggaran Kapal Jadi Sorotan!
fixmakassar.com – Gelombang perdebatan sengit melanda ranah kebijakan maritim nasional setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam terkait industri galangan kapal dalam negeri. Tak butuh waktu lama, sentilan itu langsung dibalas menohok oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melalui akun Instagram pribadinya, memicu pertanyaan besar tentang efektivitas anggaran negara untuk sektor vital ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyalakan sorotan terhadap pentingnya penguatan industri perkapalan dan galangan kapal nasional. Dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang membahas pemberdayaan angkatan laut dan galangan kapal di Jakarta, Purbaya menegaskan bahwa sektor ini adalah salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi dan manufaktur.
Namun, Purbaya melukiskan gambaran ironis: Indonesia, yang sejatinya memiliki sumber daya manusia mumpuni di sektor galangan kapal, justru terkesan terombang-ambing di lautan kebijakan yang kurang berpihak. "Saya baru tahu orang kita jago, cuma nggak dikasih kesempatan sama kita sendiri," ujar Purbaya, seolah menunjuk pada jangkar yang menahan laju potensi domestik.
Salah satu badai yang menerpa industri ini, menurut Purbaya, adalah kebijakan yang masih membuka keran lebar bagi impor kapal bekas dari luar negeri. Akibatnya, permintaan terhadap kapal buatan dalam negeri pun tergerus. "Jadi orang kita yang mampu-mampu itu nggak dapat order karena kebijakan kita sendiri. Walaupun kita negara empat laut, negara maritim, kapalnya beli dari luar. Orang-orang kita yang ahli nggak dikasih kesempatan," terang Purbaya, menyiratkan adanya miskoordinasi yang merugikan.
Menkeu juga menyoroti rendahnya belanja pemerintah untuk mendukung galangan kapal nasional, termasuk dalam program peremajaan kapal yang dibiayai APBN. Ia menilai banyak kapal milik negara yang seharusnya dapat dipesan dari galangan domestik, namun justru tidak terserap. Padahal, Purbaya yakin, permintaan domestik yang tinggi adalah kompas maritim yang bisa meningkatkan daya saing global. "Ke depan, kalau masih mau industri kita maju, demand domestik harus diamankan. Presiden tadi bilang ada 2.491 kapal lebih dari 25 tahun umurnya. Itu kan pasti akan diganti," tegasnya.
Purbaya menambahkan, pundi-pundi negara sebenarnya telah menyiapkan alokasi untuk pengadaan kapal. Namun, gelombang dana itu belum juga menyentuh dan memberikan dampak nyata bagi industri dalam negeri. "Uangnya itu saya anggarin kok. Saya perlu uang keluar cepat awal tahun supaya ekonomi tumbuh makin cepat, makin cepat, makin cepat. Salah satu yang saya lihat kita punya kemampuan tapi underutilized karena tidak beri kesempatan adalah industri galangan kapal," imbuhnya. Untuk itu, Purbaya mendorong KADIN bersama kementerian dan pelaku industri untuk menyusun peta jalan yang jelas guna menghidupkan kembali industri galangan kapal nasional.
Tak lama berselang, gelombang respons datang dari arah berbeda. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, melalui platform Instagram pribadinya @swtrenggono, membalas tudingan Purbaya soal anggaran kapal yang sudah cair namun belum ada pesanan. Dalam video yang beredar, Purbaya menyebut anggaran dari Kemenkeu sudah cair, tapi industri galangan belum juga menerima pesanan. Dengan nada menohok, Trenggono menantang: "Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar nggak itu uang kapal sudah dikucurkan."
Trenggono menjelaskan, proyek pembangunan kapal yang disinggung Purbaya sejatinya bersumber dari pinjaman luar negeri Pemerintah Inggris, bukan dari anggaran Kemenkeu secara langsung. Dalam catatan fixmakassar.com, Indonesia memang berencana membangun 1.500 kapal ikan yang bekerja sama dengan Inggris. "Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK," tegas Trenggono, seolah membalikkan kemudi kapal yang salah arah.
Kekagetan Purbaya muncul dalam acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional yang diselenggarakan oleh Kadin Indonesia. Ia heran karena KKP belum juga melabuhkan pesanan ke galangan kapal domestik, padahal Kemenkeu disebut telah mengucurkan anggaran pengadaan kapal untuk KKP.
Perdebatan ini menyoroti kompleksitas pembiayaan dan koordinasi antar kementerian dalam memajukan industri maritim. Bola panas anggaran kapal kini ada di tengah lapangan, menunggu siapa yang akan menendangnya ke gawang solusi demi kemajuan industri perkapalan nasional.






