Berita  

KPR Murah Bukan Mimpi! Prabowo Suntik Rp 6,6 T, 3 Juta Rumah Menanti!

Mahadana
KPR Murah Bukan Mimpi! Prabowo Suntik Rp 6,6 T, 3 Juta Rumah Menanti!

fixmakassar.com – Presiden Prabowo Subianto baru saja menorehkan langkah strategis dengan menandatangani regulasi penting yang akan menjadi angin segar bagi jutaan keluarga Indonesia. Aturan ini mengesahkan suntikan modal jumbo senilai Rp 6,68 triliun kepada PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), sebuah langkah krusial untuk memuluskan jalan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) murah dan mewujudkan impian 3 juta rumah layak huni.

Keputusan monumental ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2025, yang diteken pada penghujung tahun 2025, tepatnya 30 Desember. Beleid tersebut, yang diakses oleh fixmakassar.com, secara gamblang menjelaskan bahwa Penambahan Modal Negara (PMN) ini adalah fondasi utama untuk menjaga denyut Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Tujuannya jelas: memastikan kesinambungan akses pembiayaan perumahan yang terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang selama ini kerap terganjal.

KPR Murah Bukan Mimpi! Prabowo Suntik Rp 6,6 T, 3 Juta Rumah Menanti!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

SMF, sebagai jantung dalam skema ini, diamanahkan untuk menyediakan likuiditas jangka menengah atau panjang kepada perbankan penyalur FLPP. Ini berarti, SMF bertindak sebagai penyambung lidah antara pemerintah dan bank, memastikan aliran dana tetap lancar sehingga bank dapat terus menyalurkan KPR dengan bunga yang bersahabat. Sebagaimana tertulis dalam Pasal 1 beleid tersebut, "Pemerintah Pusat memberikan penugasan kepada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial untuk penyediaan likuiditas kepada perbankan penyalur Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan guna menjaga kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah."

Secara rinci, nilai PMN yang digelontorkan mencapai Rp 6.684.022.705.000, sebuah angka yang bukan main-main, bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025. Program 3 juta rumah sendiri merupakan salah satu bintang utama dalam daftar prioritas Presiden Prabowo, sebuah janji untuk mempercepat ketersediaan hunian layak bagi seluruh lapisan masyarakat.

Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah telah menyiapkan payung besar senilai Rp 57,7 triliun khusus untuk program perumahan. Dana fantastis ini akan didistribusikan ke berbagai program di bawah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta inisiatif perumahan lainnya. Dari jumlah tersebut, porsi signifikan dialokasikan untuk menyokong skema FLPP sebesar Rp 33,5 triliun, dan tentu saja, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero akan menerima bagiannya sebesar Rp 6,6 triliun, menegaskan peran sentralnya dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *