Berita  

TERUNGKAP! Antrean Kapal 6 Hari di Tanjung Perak? Pelindo Buka Kartu!

Mahadana
TERUNGKAP! Antrean Kapal 6 Hari di Tanjung Perak? Pelindo Buka Kartu!

fixmakassar.com – Isu antrean kapal hingga enam hari di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sempat berembus kencang bak angin puyuh, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku logistik. Namun, PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) segera tampil ke muka, meluruskan kabar tersebut dan menegaskan bahwa operasional pelayanan bongkar muat peti kemas berjalan sesuai perencanaan, jauh dari bayangan penundaan yang signifikan.

Widyaswendra, Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, dengan tegas membantah laporan tersebut dalam keterangannya pada Senin. "Kami pastikan tidak ada kapal antre hingga 6 hari lamanya untuk menunggu pelayanan di terminal peti kemas yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak," ujarnya. Ia menambahkan, pelayanan di TPK Lamong, TPS Surabaya, TPK Nilam, dan TPK Berlian beroperasi normal, tanpa keterlambatan yang berakibat fatal pada jadwal sandar kapal.

TERUNGKAP! Antrean Kapal 6 Hari di Tanjung Perak? Pelindo Buka Kartu!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Widyaswendra menjelaskan, setiap kapal yang akan beraktivitas di terminal peti kemas telah memiliki jadwal kedatangan yang terencana, atau yang dikenal sebagai sistem ‘berthing window’. Ini ibarat sebuah orkestra yang harmonis, di mana setiap instrumen (kapal) memiliki giliran mainnya. Namun, seperti layaknya lalu lintas di jalan raya, kadang ada kepadatan. Faktor-faktor seperti waktu kedatangan kapal yang lebih cepat atau terlambat, lonjakan muatan saat mendekati hari besar keagamaan, kesiapan alat, hingga kondisi alam seperti cuaca buruk atau menunggu air pasang, bisa menjadi ‘lampu kuning’ sesaat dalam pelayanan.

"Menunggu layanan ini dapat disebabkan beberapa faktor," terang Widyaswendra, mengurai benang kusut di balik potensi penundaan. Ia mengakui bahwa ada beberapa kasus keterlambatan layanan, namun waktu tunggu maksimal berkisar antara 15 hingga 30 jam, sebuah angka yang jauh panggang dari api jika dibandingkan dengan rumor enam hari.

PTP tak tinggal diam. Perusahaan ini terus berbenah, dari Belawan hingga Merauke, bagaikan seorang pelukis yang tak pernah berhenti menyempurnakan karyanya. Sebagai bagian dari komitmen perbaikan berkelanjutan, pada tahun 2026, TPS Surabaya akan kedatangan 4 unit alat baru jenis QCC dan 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG). Demikian pula dengan TPK Berlian yang akan diperkuat dengan 2 unit QCC baru, diperkirakan tiba pada pertengahan tahun yang sama. Ini adalah investasi vital untuk memastikan arus logistik tetap deras dan efisien.

Senada dengan PTP, Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya, Stenven Handry Lesawengan, turut memberikan pandangannya. Ia membenarkan adanya komunikasi erat dengan pengelola terminal terkait penanganan bongkar muat. Stenven mengakui sempat menerima laporan keterlambatan di TPK Berlian akibat kesiapan alat, namun ia menegaskan bahwa tidak pernah ada antrean kapal berhari-hari. "Kami ada beberapa kesepakatan dengan terminal jika pada saat pelayanan ada kendala yang terjadi, sehingga kegiatan bongkar muat tetap dapat berjalan," ujarnya, menunjukkan sinergi yang kuat antara operator dan pengguna jasa.

Sementara itu, Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyambut baik rencana peremajaan alat. Menurutnya, keberadaan alat yang baru adalah kunci untuk menjaga kecepatan dan kualitas pelayanan, mengingat perkembangan ukuran kapal dan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak yang terus meningkat. "Kami sudah mendengar rencana kedatangan alat baru di TPS Surabaya, harapan kami hal serupa juga dapat dilakukan di terminal peti kemas yang lainnya, khususnya di TPK Berlian," harap Wibi, menyuarakan aspirasi para pelaku logistik untuk terus meningkatkan daya saing pelabuhan.

Dengan klarifikasi dari PTP dan dukungan dari asosiasi terkait, kabut keraguan mengenai antrean kapal di Pelabuhan Tanjung Perak perlahan mulai sirna, digantikan oleh gambaran operasional yang terencana dan komitmen perbaikan berkelanjutan demi kelancaran roda ekonomi nasional.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *