Berita  

Terungkap! Modal Buka Alfamart, Angkanya Bikin Melongo?

Mahadana
Terungkap! Modal Buka Alfamart, Angkanya Bikin Melongo?

fixmakassar.com – Gerai Alfamart kini bak jamur di musim hujan, menjamur di setiap sudut kota dan menjadi denyut nadi perekonomian lokal. Bagi Anda yang memiliki ambisi untuk menjadi bagian dari "kerajaan" ritel modern ini, ada baiknya menyimak rincian investasi yang diperlukan. Solihin, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, membuka tabir di balik angka-angka tersebut, menegaskan bahwa modal yang dibutuhkan sangat bergantung pada lokasi dan model pengembangan gerai.

Menurut Solihin, ada perbedaan signifikan antara mengubah ruko yang sudah ada menjadi gerai Alfamart dengan membangun dari nol di lahan kosong. Ibarat melukis di kanvas yang sudah ada coretan atau memulai dari kanvas putih bersih, keduanya punya tantangan dan biaya berbeda. Untuk opsi renovasi ruko, investasi awal diperkirakan berkisar antara Rp 300 juta hingga Rp 500 juta. Angka ini mencakup renovasi minor pada ruko, serta pengadaan berbagai peralatan esensial seperti rak display, sistem komputer kasir, pendingin ruangan (AC), dan kelengkapan lainnya. Pernyataan ini disampaikan Solihin dalam sebuah media gathering di kawasan Alam Sutera, Tangerang, pada Kamis (29/1/2026). Ia menambahkan, jika pembangunan dilakukan dari lahan kosong, modal yang dibutuhkan tentu akan jauh lebih besar, meskipun angka pastinya tidak ia sebutkan, mengingat biaya sewa lahan menjadi variabel yang sangat besar.

Terungkap! Modal Buka Alfamart, Angkanya Bikin Melongo?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menggali lebih dalam dari situs resmi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (alfamart.co.id), calon mitra franchise memiliki tiga pilihan kerja sama: Franchise Gerai Baru, Franchise Gerai Baru – Konversi, dan Franchise Gerai Take Over. Setiap skema ini, tentu saja, menuntut besaran modal yang bervariasi, layaknya menu pilihan yang disesuaikan dengan selera dan kantong investor.

Khusus untuk skema Franchise Gerai Baru, fixmakassar.com mencatat estimasi modal investasi yang disiapkan berdasarkan luas toko dan tipe gerai. Untuk gerai dengan 9 rak (luas 30 m2), estimasi modalnya sekitar Rp 300 juta. Meningkat ke 18 rak (60 m2), modalnya menjadi Rp 350 juta. Gerai 36 rak (80 m2) memerlukan sekitar Rp 450 juta, dan yang terbesar, 45 rak (100 m2), diperkirakan menelan biaya Rp 500 juta.

Investasi tersebut tidak hanya sekadar angka, melainkan sebuah paket komprehensif. Di dalamnya sudah termasuk biaya franchise fee sebesar Rp 45 juta untuk jangka waktu 5 tahun, instalasi listrik, seluruh peralatan gerai beserta AC, sistem kasir dan informasi ritel yang canggih, signage toko (shop sign dan pole sign), pengurusan perizinan gerai, hingga promosi dan persiapan grand opening. Ini seperti membeli sebuah mobil lengkap dengan fitur-fitur pentingnya, siap untuk dikendarai tanpa perlu pusing memikirkan kelengkapan dasarnya.

Namun, perlu diingat, estimasi investasi ini belum termasuk biaya properti dan dapat berfluktuasi sesuai kondisi lapangan saat proses pembukaan gerai. Sementara itu, bagi mereka yang tertarik mengambil alih gerai Alfamart yang sudah beroperasi (skema Gerai Take Over), pada tahun 2025, biayanya bervariasi mulai dari Rp 800 juta. Besaran investasi untuk "Take Over" ini sangat bergantung pada harga sewa lokasi dan performa penjualan harian gerai tersebut, menjadikannya opsi yang membutuhkan analisis lebih mendalam.

Membuka gerai Alfamart memang menjanjikan peluang bisnis yang menarik, namun juga menuntut perhitungan yang matang dan pemahaman mendalam tentang setiap detail investasi. Angka-angka ini menjadi kompas bagi para calon pengusaha yang ingin berlayar di samudra bisnis ritel modern, memastikan mereka memiliki bekal yang cukup sebelum mengarungi lautan persaingan.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *