fixmakassar.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meluncurkan manuver tegas dalam upaya penyelamatan penerimaan negara. Bak panglima perang yang menyiapkan strategi jitu, ia kini menggandeng kekuatan penuh dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memperketat pengawasan dan melakukan penindakan di lapangan. Langkah ini ditujukan sebagai pukulan telak bagi para "beking" atau pelindung pihak-pihak yang selama ini berani mengakali kewajiban pajak dan bea cukai, menciptakan efek jera yang mendalam dan menyeluruh.
Purbaya menjelaskan, sinergi ini bukanlah isapan jempol semata. Ia telah berdiskusi langsung dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, mencapai kesepakatan untuk membentuk barisan kokoh. "Tadi saya ketemu Menko Polkam, berdiskusi dan setuju akan melakukan kerja sama, di mana kita akan melibatkan polkam, polisi, tentara dan lain-lain supaya beking-beking itu kabur," ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026). Ini adalah deklarasi perang terhadap praktik kotor yang menggerogoti kas negara, memastikan setiap rupiah kembali ke perbendaharaan.

Fokus awal dari operasi besar ini akan diarahkan pada perburuan rokok ilegal. "Pertamanya, akan kita kejar di rokok ilegal dulu. Mungkin sebulan ke depan akan jalan itu. Jadi kita efektifkan pengumpulan pajak," imbuh Purbaya, memberikan sinyal bahwa roda penegakan hukum akan segera berputar kencang, tidak hanya di sektor rokok ilegal, namun juga membuka jalan bagi penertiban di sektor lain.
Keputusan ini bukan tanpa dasar. Purbaya mengungkapkan bahwa ia kerap mendengar keluhan dari jajaran pegawai pajak mengenai adanya "bekingan" di balik pihak-pihak yang gemar menawar-menawar besaran pajak. Meski identitas bekingan tersebut masih diselimuti kabut misteri, Purbaya menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk gentar dalam menjalankan tugas negara.
Dalam sebuah kesempatan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Gambir, Kamis (22/1/2026), Purbaya dengan tegas mengingatkan para bawahannya: "Bekingan" sejati pegawai pajak adalah Presiden Prabowo Subianto sendiri, yang berdiri tegak mengamankan penerimaan negara. Oleh karena itu, ia mendesak agar tidak ada lagi ketakutan terhadap siapapun yang mengklaim memiliki koneksi kuat atau pengaruh di luar jalur hukum.
"Kalau saya tanya bawahan, kenapa nggak gerak? Ada bekingnya. Siapa bekingnya? Diem," Purbaya menyiratkan kegelisahannya atas kondisi tersebut. "Saya sih selama ini nggak pernah dengar ada beking nama-nama yang muncul, hanya samar-samar saja. Itu yang saya tegaskan tadi, kalau ada ya kasih tahu saya, diberesin." Ini adalah panggilan bagi para pegawai untuk berani melapor, agar "benang kusut" bekingan dapat segera diurai dan ditindak tegas, demi tegaknya keadilan dan kedaulatan finansial negara.






