fixmakassar.com – Gelombang bantuan pangan dari Perum Bulog terus mengalir deras, menjadi denyut nadi kehidupan bagi ribuan masyarakat yang tertimpa musibah banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Sumatera. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan progres signifikan penyaluran bantuan ini, yang ibarat jaring pengaman sosial, menangkap kebutuhan mendesak para korban. Laporan mutakhir per 8 Januari 2026 menunjukkan bahwa volume Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan bantuan lainnya telah mencapai angka fantastis di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rizal, saat memberikan keterangan di Kantor BNPB Jakarta pada Jumat (9/1/2026), merinci bahwa di Provinsi Aceh, total 12.561 ton CBP khusus bencana alam telah terdistribusi. Angka ini diperkuat dengan tambahan 154 ton beras dari cadangan daerah. Tak hanya itu, sesuai instruksi langsung dari Presiden, Bulog juga telah mendistribusikan 8.922 ton beras dan 1.784 kiloliter minyak goreng ke Bumi Serambi Mekkah. "Fokus awal kami mencakup daerah-daerah seperti Takengon dan Bener Meriah saat bencana pertama kali melanda, kemudian diperluas ke Aceh Tamiang, dan kini terus berlanjut menjangkau wilayah lainnya," jelas Rizal, menggambarkan upaya yang tak kenal lelah ini.

Langkah serupa juga terlihat di Sumatera Utara, di mana bantuan beras pemerintah untuk bencana alam telah mencapai 5.098 ton. Dukungan ini kian kokoh dengan sumbangan 57 ton dari pemerintah daerah setempat. Secara keseluruhan, bantuan pangan beras yang langsung menyentuh masyarakat tercatat sebesar 15.211 ton, ditambah pasokan minyak goreng sebanyak 3.042 ton. Angka-angka ini menjadi bukti nyata komitmen Bulog dalam meringankan beban para korban, memastikan dapur-dapur tetap mengepul di tengah keterpurukan.
Sementara itu, di Sumatera Barat, Bulog telah menyalurkan 1.609 ton beras, dilengkapi dengan 160 ton bantuan dari pemerintah daerah. Bantuan pangan beras untuk masyarakat tercatat 6.795 ton, serta 1.359 kiloliter minyak goreng. Rizal menegaskan bahwa fase tanggap darurat di Sumatera Barat telah tuntas, menandakan pemulihan yang berjalan baik. "Bantuan yang kami salurkan bukan hanya sebatas bahan pangan, melainkan juga mencakup dukungan dana dan bentuk lainnya. Seluruh proses ini telah berjalan dengan baik dan lancar, menjadi pelipur lara bagi mereka yang kehilangan," pungkas Ahmad Rizal.






