fixmakassar.com – Jakarta – Panggung kekayaan Indonesia kembali berguncang. Daftar 10 orang terkaya di Tanah Air versi Forbes mengalami pergeseran signifikan, menyingkirkan dua nama besar yang selama ini langganan bertengger di puncak. Agoes Projosasmito dan Dewi Kam, yang sebelumnya menjadi ikon kemapanan, kini harus merelakan posisi mereka kepada wajah-wajah baru seperti Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, serta Wijono & Hermanto Tanoko Family.
Perubahan ini cukup mengejutkan, mengingat dalam dua tahun terakhir, nama Agoes Projosasmito dan Dewi Kam selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari jajaran elit terkaya Indonesia. Kini, mereka seolah tergelincir dari podium, digantikan oleh kekuatan ekonomi yang sedang naik daun. Data yang dihimpun fixmakassar.com menunjukkan dinamika yang tak terduga di lanskap kekayaan nasional.

Agoes Projosasmito: Sang Arsitek Tambang yang Bergeser
Agoes Projosasmito, sosok di balik Amman Mineral Internasional, salah satu raksasa pertambangan tembaga dan emas, serta Direktur Utama Bumi Resources Minerals, kini menduduki peringkat ke-13. Kekayaannya tahun ini tercatat US$ 5 miliar, atau sekitar Rp 83 triliun (kurs Rp 16.600). Angka ini menunjukkan penurunan yang cukup terasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada Desember 2024, ia masih kokoh di posisi ke-7 dengan harta US$ 7 miliar, dan pada Desember 2023 di peringkat ke-8 dengan US$ 5,4 miliar. Kekayaan Agoes, yang ibarat akar tunjang kuat di sektor pertambangan, berasal dari kepemilikan saham di berbagai perusahaan seperti Medco Energi Internasional, Bumi Resources, dan Bumi Resources Minerals.
Dewi Kam: Ratu Energi yang Menyerahkan Mahkota
Selama dua tahun terakhir, Dewi Kam adalah satu-satunya srikandi yang menghiasi daftar 10 orang terkaya Indonesia. Namun, dalam rilis Forbes Desember 2025, sinarnya sedikit meredup dan posisinya kini digantikan oleh Marina Budiman. Dewi Kam kini menempati urutan ke-17 dengan kekayaan US$ 4,3 miliar, setara Rp 71,3 triliun. Angka ini juga menunjukkan sedikit penurunan dari Desember 2023 (US$ 4,45 miliar) dan Desember 2024 (US$ 4,8 miliar) saat ia masih berada di posisi ke-10.
Wanita kelahiran 1951 ini, yang kini berusia 72 tahun, memang dikenal sebagai sosok yang tak banyak mengumbar informasi pribadi. Namun, jejak prestasinya di dunia usaha, khususnya sektor energi, sangat mendunia. Ia adalah pemilik saham minoritas di PT Bayan Resources Tbk dan memiliki rekam jejak panjang dalam pembangunan serta pengoperasian pembangkit listrik. Menurut catatan fixmakassar.com dari berbagai sumber, Dewi Kam juga menguasai 91% saham PT Sumbergas Sakti Prima, perusahaan induk yang anak-anak usahanya menjadi pengembang berbagai proyek pembangkit listrik di Indonesia.
Pergeseran ini membuktikan bahwa roda ekonomi terus berputar, dan persaingan di puncak kekayaan selalu dinamis. Wajah-wajah baru siap mengambil alih estafet, sementara para veteran mungkin perlu strategi baru untuk kembali bersinar di masa depan.






