fixmakassar.com – Karpet merah terbentang lebar di Gedung Putih, menyambut kedatangan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman Al Saud (MBS). Kunjungan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sinyal kuat pemulihan hubungan kedua negara, sekaligus membidik potensi investasi raksasa yang nilainya mencapai Rp10.000 triliun.
Kedatangan MBS bak oase di tengah gurun pasir bagi Amerika Serikat. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, janji investasi Saudi sebesar US$ 600 miliar atau sekitar Rp 10.020 triliun menjadi angin segar yang sangat dinantikan. Dana ini diharapkan mengalir deras ke berbagai sektor, mulai dari teknologi, manufaktur, hingga pertahanan.

MBS dijadwalkan bertemu dengan Presiden Trump di Ruang Oval, menikmati makan siang di Ruang Kabinet, dan menghadiri jamuan makan malam formal. Agenda padat ini mencerminkan betapa pentingnya kunjungan ini bagi kedua negara.
Salah satu agenda utama adalah penjualan jet tempur F-35 ke Arab Saudi. "Kami akan menjual F-35 ke Saudi, yang telah meminta untuk membeli 48 pesawat canggih tersebut," ujar Trump kepada wartawan. Jika terealisasi, ini akan menjadi penjualan jet tempur pertama AS ke Saudi, sebuah langkah yang berpotensi mengubah peta kekuatan militer di Timur Tengah.
Selain alutsista, Saudi juga mengincar jaminan keamanan, akses ke teknologi kecerdasan buatan, dan kemajuan dalam program nuklir sipil. "Saudi akan menghabiskan banyak uang besok untuk AS," ungkap seorang pejabat senior Gedung Putih, mengisyaratkan keseriusan Saudi dalam menjalin kemitraan strategis dengan AS. Kunjungan MBS ini diharapkan menjadi babak baru dalam hubungan AS-Saudi, hubungan yang lebih erat dan saling menguntungkan.






