Berita  

Ekspor Udang Terhambat! Ribuan Kontainer Mengular, Ada Apa?

Mahadana
Ekspor Udang Terhambat! Ribuan Kontainer Mengular, Ada Apa?

fixmakassar.com – Ibarat sungai yang membendung, ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat (AS) kini tersendat. Lebih dari seribu kontainer berisi udang segar terpaksa antre panjang demi mendapatkan "tiket" berupa sertifikat bebas Cesium-137 (Cs-137). Sertifikat ini menjadi kunci agar udang-udang kebanggaan Indonesia bisa menembus pasar Negeri Paman Sam.

Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Saut P. Hutagalung, mengungkapkan fakta ini dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI. Sejak isu paparan radioaktif mencuat, keran ekspor udang ke AS praktis tertutup. Padahal, ekspor perdana dengan sertifikat bebas Cesium-137 baru saja dilakukan pada 31 Oktober lalu.

Ekspor Udang Terhambat! Ribuan Kontainer Mengular, Ada Apa?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Proses sertifikasi ini bak labirin yang rumit. Setiap kotak udang harus dipindai satu per satu sesuai standar yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (US FDA). "Satu kontainer butuh waktu sekitar enam jam untuk dipindai. Jika kita ikuti SOP US FDA, satu hari kerja hanya bisa memproses satu kontainer. Bayangkan, Indonesia punya 17 ribu kontainer, dan saat ini ada 1.100 yang antre," keluh Saut.

Ironisnya, Indonesia hanya memiliki satu laboratorium terverifikasi US FDA untuk pengujian Cesium-137, yaitu milik BRIN. Tiga laboratorium swasta lain sebenarnya mampu melakukan pengujian serupa, namun belum mendapat lampu hijau dari US FDA. "Pelaku usaha enggan mengambil risiko karena US FDA belum menyetujui tiga lab ini. Kami sedang menunggu hasil virtual meeting dengan US FDA hari Kamis untuk meminta persetujuan," jelas Saut. Jika masalah ini tak segera terurai, bukan tak mungkin ekspor udang Indonesia akan terus merana.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *