Berita  

Bom Baru Trump: Ancaman Tarif Gila-Gilaan ke China untuk Tekan Rusia!

Mahadana
Bom Baru Trump: Ancaman Tarif Gila-Gilaan ke China untuk Tekan Rusia!

fixmakassar.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Kali ini, ia seperti melempar granat ke pertarungan geopolitik, mengancam akan menerapkan sanksi besar-besaran terhadap Rusia, tetapi dengan syarat: negara-negara NATO harus terlebih dahulu menghentikan pembelian minyak dari beruang Rusia. Pernyataan yang diunggah di Truth Social dan dikutip fixmakassar.com ini seakan-akan sebuah tawar-menawar yang penuh drama. Trump menyebut komitmen NATO terhadap "WIN" (kemungkinan singkatan dari Winning, atau kemenangan) masih jauh dari sempurna, dan pembelian minyak Rusia oleh beberapa negara anggota NATO dinilai sebagai tindakan yang sangat mengejutkan dan melemahkan posisi tawar menawar terhadap Rusia. Ia menyamakannya dengan sebuah tali yang mengikat tangan NATO dalam menghadapi agresi Rusia.

Lebih mengejutkan lagi, Trump juga mendesak negara-negara NATO untuk mengenakan tarif impor yang sangat tinggi, mencapai 50% hingga 100%, terhadap China. Menurutnya, China memiliki pengaruh besar, bahkan "cengkeraman", terhadap Rusia. Dengan tarif setinggi itu, Trump berharap dapat mematahkan cengkeraman tersebut dan secara tidak langsung melemahkan Rusia. Strategi ini bagaikan sebuah jebakan tikus yang dirancang untuk menjerat Rusia melalui China.

Bom Baru Trump: Ancaman Tarif Gila-Gilaan ke China untuk Tekan Rusia!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meskipun Trump telah berulang kali mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas invasi ke Ukraina, namun hingga saat ini ia belum benar-benar melakukannya. Namun, langkah terbarunya ini mendapat dukungan dari Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang melihat tarif tinggi terhadap China sebagai kunci untuk mengakhiri perang. Bessent, melalui platform X, menyatakan bahwa hanya dengan upaya bersama untuk memutus aliran dana ke mesin perang Putinlah yang dapat memberikan tekanan ekonomi yang cukup untuk menghentikan konflik tersebut. Pernyataan ini bagaikan sebuah seruan untuk aksi bersama melawan agresi Rusia.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, juga sependapat bahwa pengurangan pembelian minyak dari Rusia sangat penting untuk mengakhiri perang. Ia menambahkan bahwa mengurangi konsumsi minyak Rusia akan secara otomatis mengurangi kemampuan Rusia untuk berperang. Pernyataan Zelenskyy ini seperti sebuah pengakuan atas pentingnya strategi yang diusulkan Trump, meskipun dengan pendekatan yang berbeda. Ia berharap negara-negara lain dapat mendengar dan memahami posisi AS, dan memilih untuk bermitra dengan negara-negara yang lebih bertanggung jawab daripada terus bergantung pada Rusia.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *